Surat Kabar Online, Amanah Anak Negeri, 

Tak Lulus UN karena Simpan Foto Pacar Telanjang Dada

Nimas didampingi kuasa hukum dan ibu kandungnya saat melakukan aksi longmarch di sepanjang jalan raya Kota Situbondo, Jumat (31/5/2013), Surya/ Izi Hartono



Jumat, 31 Mei 2013


 
SITUBONDO, — Nimas Puspita Ningrum (18), seorang siswi SMA di Situbondo yang dinyatakan tidak lulus ujian nasional dengan alasan akhlak, melakukan aksi jalan kaki memutari Kota Situbondo, Jumat (31/5/2013).

Dengan didampingi ibu kandung dan kuasa hukumnya, Nimas yang adalah warga Para’aman, Kelurahan Dawuan, Kecamatan Situbondo, berjalan sambil membawa poster bertuliskan, "Dunia Pendidikan Berkabung, Aksi Solidaritas untuk Nimas". Mereka berjalan menuju Mapolres Situbondo.

Aksi keprihatinan ini dilakukan sebagai bentuk perlawanan menyusul sikap diskriminasi dan tidak adil dari kepala sekolah tempat Nimas sekolah.

Nimas pun melaporkan kepala sekolahnya ke Sentra Pelayanan Kepolisian (SPK) Mapolres Situbondo. "Hari ini saya bersama Nimas melaporkan kepala sekolahnya ke polisi karena saya menilai ada bentuk diskriminasi dan dugaan pemalsuan data," ujar Supriyono, kuasa hukum Nimas.

Menurut Supriyono, aksi ini merupakan bentuk protes atas kesewenang-wenangan yang dilakukan lembaga pendidikan terhadap peserta didik, yaitu siswa yang sudah memenuhi standar kelulusan nasional oleh kepala sekolah justru tidak diluluskan dengan alasan akhlak.

Kepala Sub Bagian Humas Polres Situbondo AKP Wahyudi mengatakan telah menerima laporan dan akan melakukan pemeriksaan terhadap saksi-saksi terkait laporan itu.

Diberitakan sebelumnya, pihak sekolah mengeluarkan Nimas dari sekolah karena terbukti menyimpan foto telanjang dada pacarnya di ponselnya. Keluarga Nimas kemudian meminta perlindungan ke Kantor Pusat Pelayanan Terpadu Perlindungan Perempuan dan Anak (KPPT PPA) Situbondo untuk dapat mengikuti UN.

Saat UN berlangsung, Nimas mengerjakan soal ujian sendirian di ruang KPPT-PPA. Namun, saat kelulusan, Nimas kaget bukan kepalang karena ternyata dirinya dinyatakan tidak lulus oleh pihak sekolah.


Sumber : regional.kompas.com
Jumat, Mei 31, 2013 | 0 komentar

Kapal Green Peace Rainbow Warrior Berlabuh di Bali

Tempo/ Zulkarnain



Jum’at, 31 Mei 2013



Denpasar - Kapal Rainbow Warrior yang digunakan para aktivis Green Peace mengkampanyekan penyelamatan lingkungan, Jum’at, 31 Mei 2013, berlabuh di Bali. Kapal yang berangkat dari Raja Ampat, Papua, itu membawa 30 awak kapal beserta para relawan.


Kapal Rainbow Warrior generasi ketiga itu akan berada di Bali selama dua hari. Para aktivis Green Peace akan melakukan berbagai kegiatan yang berkaitan dengan sosialiasi penyelamatan lingkungan, terutama kelestarian laut. Selama berlabuh, masyarakat diberikan kesempatan untuk melihat ke dalam kapal pada Sabtu, 1 Juni 2013.


Kapal Rainbow Warrior sudah berada di Indonesia sejak 9 Mei 2013. Kunjungan di Indonesia akan berlangsung hingga 9 Juni 2013. Berbagai kawasan perairan laut di Indonesia sudah dikunjungi sebelum pelayaran dilanjutkan ke kawasan Asia Timur.


Ketua Green Peace Indonesia, Longgena Ginting, menyatakan berdasarkan hasil pemantauan di sejumlah daerah, bisa diketahui bahwa kerusakan laut banyak disebabkan oleh aktivitas manusia di darat. Antara lain, kegiatan pertambangan. "Sekarang kita baru menyadari bahwa apa yang kita lakukan di daratan sangat berdampak buruk pada laut," katanya.


Sebaliknya, masih dijumpai aktivitas masyarakat yang mendukung kelestarian kehidupan di laut, termasuk Bali. Masyarakat di kawasan ini diyakini masih menjaga kearifan lokal untuk menjaga keseimbangan laut.


Selama berada di Bali, para aktivis Green Peace dan relawan akan melakukan diskusi untuk menetapkan draf visi tentang penyelamatan lingkungan. "Sekitar 50-60 orang akan mengikuti diskusi karena draf harus diselesaikan sore ini," ujar juru kampanye Green Peace, Arifsyah Nasution.


Draf tersebut akan menjadi pernyataan tegas Green Peace yang meminta perhatian serius pemerintah untuk menjaga kelestarian laut, terutama pada 2014. Saat itu, bangsa Indonesia akan memiliki presiden baru yang diharapkan memiliki kepedulian terhadap isu lingkungan.



Sumber :  tempo.co
Jumat, Mei 31, 2013 | 0 komentar

Hari Ini Pemeriksaan Perdana untuk Rusli Zainal

Johan menjelaskan, Rusli Zainal ditetapkan tersangka korupsi berkaitan dengan Peraturan Daerah Riau tentang anggaran proyek Pekan Olahraga Nasional. Tempo/Dhemas Reviyanto Atmodjo



Jum’at, 31 Mei 2013






Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi akan memeriksa Gubernur Riau Rusli Zainal sebagai tersangka kasus korupsi PON Riau, Jumat, 31 Mei 2013, ini. Pemeriksaan ini merupakan pertama sejak ditetapkan sebagai tersangka pada 8 Februari lalu. ”Ya, karena memang belum pernah diperiksa,” kata juru bicara Komisi Pemberantasan Korupsi Johan Budi S.P. saat dihubungi, Jumat, 31 Mei 2013.  “Diperiksa sebagai tersangka kasus PON dan kehutanan.”

Rusli Zainal ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK sejak 8 Februari 2013. Dalam kasus suap PON, nama Rusli disebut oleh bawahannya, Lukman Abbas dan Rahmat Syahputra. Di persidangan, keduanya menyebut Rusli menerima suap Rp 500 juta. Selain itu, Lukman dan Rahmat juga mengaku diperintahkan Rusli untuk menyuap anggota DPRD Riau agar mau menambah anggaran Pekan Olahraga Nasional 2012 di Riau.

Sedangkan dalam kasus izin hutan, nama Rusli muncul dalam pengembangan kasus tersebut. Sejumlah pejabat daerah Pelalawan dan provinsi yang sudah divonis di Pengadilan Tipikor Riau menyebut keterlibatan Rusli. Mereka yang terjerat kasus ini antara lain Tengku Azmun Jaafar (eks Bupati Pelalawan), Arwin As (eks Bupati Siak), Asral Rahman (eks Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Riau 2002-2003), Syuhada Tasman (eks Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Riau 2003-2004), dan Burhanuddin Husin (eks Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Riau 2005-2006.

Dalam kasus izin hutan Pelalawan, Rusli dijerat dengan Pasal 2 ayat 1 atau Pasal 3 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 tentang penyalahgunaan wewenang penyelenggara negara.

Untuk mendalami berkas Rusli, KPK melakukan penggeledahan pada Senin, 25 Februari 2013. Penyidik KPK menggeledah tiga ruangan kantor Gubernur Riau, yakni ruang kerja Gubernur Riau Rusli Zainal, ruang kerja Sekretaris Daerah Wan Syamsir Yus, dan rumah dinas Rusli Zainal.  Selain itu, pada 20 Maret 2013, penyidik KPK juga menggeledah kediaman Rusli Zainal di Jalan Pulau Panjang C13 No. 40, Kembangan Utara, Jakarta Barat.

Ihwal penahanan langsung terhadap Rusli seusai pemeriksaan, Johan mengatakan belum ada kepastian. “Kalau itu saya belum dapat informasinya,” kata dia.



Sumber :   tempo.co
Jumat, Mei 31, 2013 | 0 komentar

Ny. Roosdiati Hatta Ali berkunjung ke kabupaten Siak




Amanah Anak Negeri, Siak,-Ibu Ketua Mahkamah Agung Republik Indonesia Ny. Roosdiati Hatta Ali berkunjung ke Siak beserta rombongan disambut langsung wakil Bupati Siak Drs H Alfedri MSi bersama Ketua Tim Penggerak PKK kabupaten Siak Hj Misnarni Syamsuar pada hari Selasa tanggal 28 Mei 2013.

Ikut bersama rombongan antara lain Ketua Pengadilan Tinggi Riau Nommy HT Siahan, Ketua Pengadilan negeri Siak Irfanuddin SH MH serta ibu-ibu pejabat dilingkup Pengadilan Tinggi Riau.
Istana Siak menjadi tujuan utama kunjungan Ny. Roosdiati Hatta Ali beserta rombongan. Istana Siak sebagai salah satu dari bukti perjalanan panjang kerajaan Siak dan merupakan monumen sekaligus bukti kejayaan Siak tempo dulu yang masih berdiri megah hingga saat ini. Hal ini secara nyata mengundang wisatawan dari berbagai kalangan untuk sejenak mengetahui, melihat atau bahkan mempelajari sejarah kerajaan yang mewarisi 12 tahta kesultanan tersebut.

Bahkan decak kagum dan terpesona juga kerap kali menghiasi imajinasi para tetamu yang datang berkunjung. Hal itu pula yang tampak dari raut wajah rombongan ibu-ibu istri pejabat
itu. Didampingi langsung Wakil Bupati Siak, Hj Misnarni Syamsuar serta ibu-ibu dharma wanita lainnya, para ibu-ibu ini terlihat serius dan kagum dengan penjelasan-penjelasan tentang Kesultanan Siak yang diberikan oleh Wakil Bupati maupun guide istana.

Ketua Pengadilan Tinggi Riau Nommy HT Siahan usai santap siang bersama di kediaman Bupati Siak mengungkapkan bahwa rombongan merasa sangat bahagia bisa berkunjungan ke Siak terutama mengunjungi istana Asserayah Hasyimiah.

Wakil Bupati Siak Drs H Alfedri dalam kesempatan sama mengungkapkan penghargaan setinggi-tingginya atas kunjungan yang telah dilakukan. Ia berpendapat bahwa kunjungan ini tentunya diharapkan sebagai salah satu jalan untuk mempromosikan Siak sebagai salah satu tujuan wisata di Riau.

"Sebagai daerah yang memiliki wisata sejarah, kami tentu harus bisa mempromosikan daerah ini sebaik mungkin. Makan kunjungan ini kami harapkan juga bisa memberikan dampak terhadap promosi Siak kedepannya," ujar Wakil Bupati.

"Kami sangat bahagia sekali atas kunjungan seraya mengharapkan negeri ini semakin mendapat kebahagian dan rombongan juga diberikan rahmat. Kami juga mendo'akan agar bapak ibu selamat tiba ke tujuan," ungkap Alfedri.

Istana Asserayah Hasyimiah yang dibangun pada 1889 ini memang menjadi salah satu tujuan wisata andalan bagi kabupaten Siak. Istana yang terletak dipusat Kota Siak ini selalu ramai dikunjungi oleh wisatawan dari berbagai kalangan. (ABB)


Jumat, Mei 31, 2013 | 0 komentar

BAZ,Salurkan Zakat di kecamatan Sabak Auh




Siak, Amanah Anak Negeri.


BAZ Kabupaten Siak untuk terakhir kalinya ditahap I tahun 2012 ini mendistribusikan zakat pola konsumtif dan pola usaha produktif, ketua BAZ Kabupaten Siak Drs Alfedri bersama BAZ Kecamatan Sabak Auh menyerahkan zakat Pola Konsumtif kepada 81 KK sebanyak 32. 400.000 rupiah masing-masing mendapatkan 400.000 rupiah perkepala, adapun untuk zakat pola usaha produktif diberikan kepada 30 orang sebesar 75.000.000 rupiah berupa ternak kambing sebanyak 28 ekor sisanya seperti usaha pembuatan anyaman tikar, jualan kelontong, jualan kue, dan ikan asin.

Sama halnya dengan kecamatan Koto Gasib, kecamatan Sabak Auh tepatnya di desa Sungai Tengah juga menerima bantuan zakat dari BAZ propinsi Riau sejumlah 50 juta untuk sepuluh orang masing-masing mendapatkan 5 juta perorang, khusus untuk desa Sei Tengah dijadikan sebagai desa Binaan langsung dari BAZ Kabupaten Siak, di desa ini diberikan zakat untuk usaha ternak kambing, menjahit, anyaman dan dagang harian, Sehingga total zakat yang disalurkan BAZ Kabupaten Siak berjumlah Rp.159.800.000.

Dalam sambutannya Alfedri mengharapkan kepada penerima zakat, khususnya pola usaha produktif untuk memanfaatkan dengan sebaik-baiknya dari zakat yang telah diberikan, mungkin bisa mencontoh seorang mustahik yang juga seorang mu'allaf di Kecamatan Sei Mandau bernama Moris Sembiring yang dibantu modal sebesar Rp 5.000.000, ia memulai dengan menanam semangka, walhasil selama tiga bulan ia bisa memperoleh hasil sebasar 26 juta rupiah, seperti itulah yang diharapkan dari BAZ minimal mampu besedekah dan berinfak dikemudian hari.

zakat yang dibagikan ini lanjutnya, merupakan zakat yang dikumpulkan dari PNS dan alhamdullillah sekarang bukan hanya PNS yang berzakat tapi sudah mulai dari Polres Siak, dan Kejaksaan Negeri Siak, bahkan dari zakat yang dikumpul khusus Sei Tengah merupakan desa yang turut memberikan zakat cukup besar, oleh karenanya desa Sei Tengah ini dijadikan desa percontohan BAZ Kabupaten Siak.

Menurutnya zakat sama halnya dengan sholat,  haji dan puasa, sama-sama wajib untuk ditunaikan, kenapa mesti diingatkan oleh pemimpin? Karena memang perintah zakat ini tanggung jawab pemimpin untuk mengingatkan masyarakat, karena di akhirat kelak akan dimintai pertanggung jawabannya.

Makanya Bupati dan Wakil Bupati sangat inten dalam hal menyantuni orang miskin, justru dengan adanya BAZ Pemda Siak merasa terbantu, karena bantuan dari Pemda hanya satu kali dalam setahun, namun dengan adanya BAZ yang menyalurkan sebanyak 3 kali dalam satahun masyarakat mendapatkan bantuan sebanyak 4 kali dalam setahun.

Zakat juga bukan hanya dari profesi namun juga dari perkebunan sawit, karet, rental mobil, rumah sewa dan lain sebagainya, dalam kesempatan itu juga diberikan kesempatan kepada kepala desa Sei Tengah Safwan untuk menyampaikan trik-trik dalam mengumpulkan zakat di UPZ desanya, mengingat besarnya pengumpulan yang diserahkan oleh desa Sei Tengah dalam waktu tiga bulan saja bisa mengumpulkan zakat sebesar  31.000.000 rupiah sehingga mampu mendongkrak pengumpulan di Kecamatan Sabak Auh (ABB)


Jumat, Mei 31, 2013 | 0 komentar

Kelurahan Kampung Rempak Siak tuan rumah lomba Kelurahan tingkat Provinsi Riau.




Siak,Amanah Anak Negeri.

Kelurahan Kampung Rempak terpilih menjadi tuan rumah dalam lomba Kelurahan ditingkat Provinsi Riau. Hadir pada kesempatan tersebut Bupati Siak Drs. H. Syamsuar, M.Si, Ketua TP PKK Kabupaten Siak Hj. Misnarni Syamsuar, Sejumlah Tim Penilai dari Provinsi, Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa Abdul Razak, Camat Siak Hj. Rahmawita, Lurah Kampung Rempak Amzirman dan Upika kecamatan Siak, Rabu 22/05.

Dalam Sambutannya Bupati Siak Drs. H. Syamsuar, M.Si mengatakan keberhasilan suatu program pembangunan baik yang ada di pusat maupun di daerah tidak terlepas dari peran serta masyarakat, peran serta masyarakat yang diabaikan dalam pembangunan dapat mengakibatkan terjadinya penyimpangan – penyimpangan terhadap tujuan dari pembangunan yaitu upaya peningkatan kesejahteraan masyarakat. Dilibatkannya masyarakat dalam pembangunan diberbagai sektor diharapkan akan memberikan manfaat kepada masyarakat, dimana masyarakat berkesempatan memberikan pengawasan terhadap pembangunan yang sedang berlangsung, disamping itu, motivasi untuk menjaga dan memelihara hasil–hasil pembangunan juga akan semakin tinggi.  Sebab pembangunan tidak hanya berupa pembangunan fisik saja namun pembangunan mental juga sangat diperlukan.

Untuk mengukur tingkat perkembangan pembangunan disuatu wilayah termasuk kelurahan maka perlu diadakan evaluasi setiap tahunnya, dengan demikian jika terdapat sektor–sektor pembangunan yang belum maju atau belum tersentuh maka dapat dilakukan perbaikan dimasa mendatang. Salah satu upaya untuk melakukan evaluasi tersebut adalah dengan melakukan Perlombaan Kelurahan yang dilakukan secara berjenjang mulai dari tingkat Kecamatan, Kabupaten/Kota, Propinsi hingga ke tingkat Pusat.

Pembangunan Desa dan Kelurahan merupakan  kegiatan pembangunan yang dilaksanakan secara terpadu dengan mengembangkan swadaya gotong royong masyarakat. Kita sangat bersyukur dengan diberlakukannya otonomi daerah, Kabupaten Siak telah dapat melakukan pembangunan diberbagai bidang, dimana pembangunan tersebut bertujuan untuk mensejahterakan masyarakat kabupaten siak itu sendiri.Saya merasa senang  sekaligus bangga karena Kelurahan Kampung Rempak telah banyak berbenah diri dan melakukan perbaikan disegala bidang, baik dibidang administrasi maupun pelayanan terhadap masyarakat. Hal ini dapat dilihat dari pencapaian prestasi Kelurahan Kampung Rempak pada Tahun 2011 dan 2012 dimana Kelurahan Kampung Rempak menjadi Pemenang II dalam Perlombaan Kelurahan Tingkat Kabupaten Siak, dan pada tahun ini menjadi Pemenang I untuk tingkat Kabupaten Siak, ujar Bupati.

Disamping itu orang nomor Satu di Kabupaten Siak ini menjelaskan program-program pemerintah yang yang membela kepentingan masyarakat diantaranya program pendidikan 12 Tahun, program Jaminan Kesehatan Masyarakat, Pelaksanaan PATEN dan lain-lain.Sebelumnya Camat Siak Hj. Rahmawita mengatakan bahwa timnya telah mempersiapkan jauh-jauh hari sebelumnya dan apapun hasilnya kita tetap mengucapkan Alhamdulillah, karena menang atau kalah itu sama saja yang terpenting melaksanakan pencapaian kesejahteraan masyarakat, baik dalam bidang kesehatan, pendidikan dan lain-lain. Pihaknya telah melakukan sosialisasi kepada masyarakat agar senantiasa proaktif membantu, supaya kelurahan ini dapat tampil dengan baik, serta meraih prestasi yang dapat membanggakan semua pihak, baik warga masyarakat maupun pemerintah.

Ketua Tim Ketua Tim Penilaian Lomba Kelurahan tingkat Provinsi Riau Drs. Hasrizal, M.Si dalam sambutannya mengatakan penilaian ini adalah kelanjutan dari pelaksanaan lomba sebelumnya, jadi yang kami nilai disini adalah kelurahan yang meraih juara pertama di tingkat Kabupaten, selanjutnya akan di ikut sertakan di tingkat nasional jika berhasil menjadi juara pertama di tingkat provinsi.

Dalam penilaian ini, lanjutnya hal utama yang akan kita nilai yang pertama, profil kelurahan dimana data-data tersebut adalah data dasar dari kelurahan maupun desa yang diharapkan sudah dimasukan kedalam sistem website, karena dengan system website ini diharapkan menjadi pusat data dari desa dan kelurahan se Indonesia. Jadi semua desa dan kelurahan sekabupaten Siak ini sudah harus memasukan data desa dan kelurahannya kedalam system tersebut. Data profil tersebut dapat sebagai acuan untuk pengambilan kebijakan di tingkat atas.

Data profil desa atau kelurahan itu terdiri dari data keluarga dan data potensi, baik potensi sumber daya manusia, sumber daya alam, potensi kelembagaan serta sarana dan prasarana oleh sebab itu data tersebut harus benar-benar valid sesuai dengan kondisi yang ada di kelurahan ini.Penilaian yang kedua adalah inovasi, bagaimana inovasi di daerah ini, inovasi apa yang sudah berkembang yang telah dilaksanakan sesuai dengan peraturan, dan peran serta masyarakat di dalam pembangunan.(ABB)





Jumat, Mei 31, 2013 | 0 komentar

Drs.H.Syamsuar Msi Bupati Siak, Lantik Sadli Kepala Desa Buantan Lestari.




Siak, Amanah Anak Negeri.


Pada hari Senin Tanggal 20 Mei 2013, Bupati Siak Drs.H.Syamsuar Msi melantik kepala Desa terpilih Sadli untuk masa tugas periode 2013-2019. Pelantikan berlangsung  di Aula Kantor Camat Bungaraya.
Pada kesempatan itu Drs.H.Syamsuar Msi  berpesan kepada Sadli kepala Desa terpilh yang baru saja dilantik untuk dapat merangkul semua Masyarakat  dan tidak membeda bedakaan mana yang sebelum nya  mendukung,dan mana yang tidak mendukung, karena dalam pemilihan pastinya ada kalah dan ada yang menang,” Papar Drs.H.Syamsuar Msi  Bupati Siak.

Drs.H.Syamsuar Msi  Bupati Siak tidak lupa mengucapkan turut berterima Kasih Kepada Kepala Desa Sebelum nya atas perjuangan nya yang selama ini membangun Desa Buantan Lestari, Semoga amal kebaikan yang dilakukan dibalas Oleh Tuhan Yang Maha Esa, ,” Doa Drs.H.Syamsuar Msi  untuk mantan kepala desa lama.

Drs.H.Syamsuar Msi  Bupati Siak menilai,” Kepala Desa merupakan ujung tombak pemerintah kabupaten yang mana keberhasilan pemerintah Desa menjalankan pemerintahan nya merupakan keberhasilan Pemda, Pemerintahan Desa merupakan posisi strategis menggalak kan pembangunan mendukung program pemkab,untuk itu kepala desa harus mampu mengakomodir kebutuhan Masyarakat.

Kedepan nya Drs.H.Syamsuar Msi  Bupati Siak berharap setelah tiga bulan berjalan,kepala Desa Terpilih di harapkan harus bisa menyusun program menengah dan jangka panjang agar pembangunan Desa terencana dengan apa yang di rencanakan.

Menurut Bupati Kecamatan Bungaraya merupakan Wilayah yang Strategis yang berdekatan dengan Kabupaten dengan melalui jalan lintas,untuk itu pemerintah Desa Harus memanfaatkan posisi  Strategis ini untuk memajukan Desa .

Dalam kesempatan itu pula Drs.H.Syamsuar Msi  Bupati Siak berpesan agar Masyarakat bersama sama menjaga keamanan dan mengaktifkan siskamling ,mengingat baru baru ini banyak kejadian pembunuhan dengan berbagai modus yang meresahkan Masyarakat.


Pada acara pelantikan Sadli Kepala Desa Buantan Lestari turut hadir Camat Bungaraya Dickiy Syofyan,Mantan Kades Buantan Lestari Nurkholis,beserta kepala Desa sekecamatan Bungaraya,dan Tokoh Tokoh masyarakat setempat.(ABB)
Jumat, Mei 31, 2013 | 0 komentar

Drs. H. Alfedri, Msi Wakil Bupati Siak salurkan Zakat



Siak, Amanah Anak Negeri.


Pada hari Kamis, Tanggal 23 Mei 2013, Drs. H. Alfedri, Msi Wakil Bupati Siak salurkan Zakat di desa Kumbara Utama Kecamatan Kerinci Kanan, Penyaluran zakat tersebut dalam pola konsumtif dan pola usaha produktif.

Selaku Ketua BAZ Kabupaten Siak Drs. H. Alfedri, Msi, Dalam sambutannya berharap kepada mustahik,” Bahwa zakat dan sapi yang diberikan BAZ dapat berguna dan bermanfaat kemudian kepada UPTD Peternakan  agar memberikan penyuluhan dan perhatian sehingga sapi yang diberi tidak mati dan sia-sia begitu saja, menurutnya jumlah sapi yang telah disalurkan hingga  kerinci kanan ini sudah 225 ekor dan 145 ekor kambing sejak tahun 2012, beliau juga harapkan kepada penerima zakat mampu berinfaq dan bersedekah dikemudian hari,” Harap Ketua BAZ Kabupaten Siak.

Lebih lanjut Ketua BAZ Kabupaten Siak Drs.H. Alfedri,Msi menjelaskan,” Mengapa zakat mesti diserahkan ke BAZ ??? Karena,” Pada saat pendistribusiannya bisa  lebih banyak yang diterima oleh orang miskin, karena di Kabupaten Siak pemerintah memberikan bantuan hanya 1 kali setahun, dengan adanya BAZ yang memberikan zakat 3 kali setahun maka masyarakat bisa mendapatkan 4 kali dalam setahun, jelas Drs. H. Alfedri, Msi.

Dirinya bersama Bupati Siak berkomitmen mengurus orang-orang miskin di Kabupaten Siak, seperti pemberian raskin, buku gratis, pakaian gratis, sepatu gratis, dan pelayanan kesehatan yang juga gratis, selain zakat pola konsumtif dan produktif BAZ juga menyalurkan santunan untuk masyarakat miskin permanen yang menerima 200.000 rupiah perbulan.

Dikerinci kanan ini ada sembilan orang penerima setiap bulannya, juga akan diprogramkan dari BAZ menyekolahkan anak-anak yang kurang mampu untuk belajar tahfidz (penghafal Al qur'an) ke Jakarta dan dibiayai oleh BAZ, sebenarnya menurut ketua BAZ kabupaten Siak Drs. H. Alfedri, Msi, Potensi zakat di Siak ini sangatlah besar, diperkirakan dalam setiap bulannya mampu mengumpulkan 2 milyar, namun belum terakomodir dengan baik, para muzaki mungkin sudah berzakat namun belum menyerahkannya kepada Amil.

Ketua BAZ Kabupaten Siak Drs. H. Alfedri, Msi, mengingatkan dalam UU nomor 23 tahun 2011 tidak boleh seseorang menyerahkan zakatnya secara langsung kepada mustahik, karena terkena denda 500 juta dan ancaman kurungan selama 1 tahun, kenapa demikian? Karena sudah ada amil yang bekerja dengan baik, dan penyalurannya akan lebih tepat sasaran ujarnya, wakil bupati juga mengharapkan masing-masing desa membuat UPZ desa yang tujuannya untuk mengoptimalkan pengumpulan zakat di desa-desa, karena terbukti  dilapangan desa yang sudah diberikan sosialisasi zakat akan meningkat zakat yang dikumpulkan, seperti halnya di desa Sungai Tengah Kecamatan Sabak Auh dalam dua bulan saja mereka sudah mengumpulkan 29 juta, lanjut Drs. H. Alfedri, Msi.

Diakhir sambutannya ketua BAZ kabupaten Siak Drs. H. Alfedri, Msi mengatakan kedepan dirinya bersama Bupati Siak  setiap Jum'at akan keliling dengan membawa mubaligh memberikan tausiah kepada masyarakat yang ada di Kabupaten Siak dengan tujuan menjadikan Kabupaten Siak sebagai Kabupaten Sadar Zakat, yang tujuannya untuk mengurangi kemiskinan sesuai dengan Visi BAZ dan Kabupaten Siak, karena memang perintah memungut zakat ini ditujukan kepada pemimpin yang ada yakni bupati dan wakil bupati.

Pada kesempatan yang sama ketua BAZ kecamatan Kerinci Kanan Miftah Rosyad dalam sambutannya mengatakan total zakat yang disalurkan  berjumlah 102 juta rupiah,  terdiri dari dana produktif 70 juta berupa 10 ekor sapi  di desa Delima Jaya, 30 juta di Desa Buatan Baru sebanyak 7 org penerima sapi binaan BAZ, zakat yang terkumpul dari Kerinci Kanan 60 juta ditambah BAZ 40 juta, zakat yang terkumpul berasal dari guru dan PNS, dalam pendistribusiannya masing-masing orang dapat 510.000 rupiah, ia menghimbau kepada orang kaya dan para petani sawit agar menyalurkan zakat ke BAZ kec Kerinci Kanan sebagaimana yg sudah disebutkan  dalam UU dan instruksi bupati.

Miftah Rosyad juga mengingatkan masyarakat untuk tidak khawatir kalau zakatnya tak sampai dan tak tepat sasaran krna penentuan mustahik sangat selektif dan pendistribusiannya akan digilir perdesa tiap sesuai dengan asnafnya, yang ada dalam al qur'an karena tujuan zakat adalah meringankan beban hidup orang-orang yang kurang mampu.(ABB)


Jumat, Mei 31, 2013 | 0 komentar

Anak desa itu sekarang mendunia

Pebulu tangkis Indonesia, Tontowi Ahmad (ANTARA/M Risyal Hidayat)



Kamis, 30 Mei 2013




 Dia sudah membuat bangga orang tua. Dia berhasil memberikan dua gelar All England, mudah-mudahan ke depan ia bisa menjadi juara dunia dan Olimpiade."


Sumpiuh, Banyumas,- Perjalanan mencapai desa itu cukup melelahkan.

Jika ditempuh dari Jakarta dengan pesawat terbang, maka total waktu tempuh ke Desa Selandaka itu bisa mencapai empat hingga lima jam.

Waktu tersebut terdiri atas sekitar satu jam terbang dari Jakarta ke Yogyakarta, dilanjutkan perjalanan dengan bus selama tiga hingga empat jam menuju Sumpiuh, kota kecamatan di Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah.

Tapi raut lelah tidak tampak di wajah Tontowi Ahmad (25) yang harus menempuh perjalanan itu untuk pulang ke rumah orang tuanya.

Padahal dia baru saja kembali memperkuat tim Piala Sudirman Indonesia yang tersisih pada perempat final di Kuala Lumpur, Malaysia pekan lalu.

"Terakhir saya pulang mungkin Lebaran tahun lalu," kata pebulu tangkis spesialis ganda kelahiran 18 Juli 1987 itu dengan wajah semringah.

Ia pulang untuk menerima bonus dari klubnya PB Djarum Kudus atas keberhasilan bersama pasangannya Liliyana Natsir mempertahankan gelar juara All England Maret lalu.

Anak bungsu dari tiga bersaudara itu tidak menyangka jika pulang kampungnya kali ini mengundang begitu banyak perhatian, bukan hanya dari keluarga dan teman-temannya, tetapi juga Bupati Banyumas bersama ratusan warga, tua-muda berdesak-desakan ingin melihat Sang Juara dari dekat.

Mereka mengantri untuk sekadar bersalaman atau berfoto dengan pebulu tangkis yang akrab disapa Owi itu.

"Saya baru benar-benar merasa sebagai juara All England. Saya terharu sekali, kalau saya cewek mungkin sudah menangis," katanya.


Malas Berlatih

Siapa mengira jika Tontowi, yang disebut anak "nakal" oleh ayahnya itu, dulu sangat sulit disuruh berlatih bulu tangkis.

"Dulu itu ibaratnya kalau tidak ada `apa-apanya` (maksudnya uang) di net, dia tidak mau latihan," kata ayah Tontowi, Muhammad Husni Muzaitun yang mantan kepala desa itu.

Husni mengaku bahwa dirinya lah yang semula sangat menyukai bulu tangkis dan ingin anak-anaknya --Maria Uswatun Hasanah, Yahya Hasan dan Tontowi Ahmad-- mau menekuni olahraga itu.

Untuk itu, ia membangun lapangan bulu tangkis di belakang Toko Bangunan Ragil miliknya, yang jaraknya sekitar tujuh kilometer dari tempat tinggal mereka.

Dua anaknya, Yahya Hasan dan Tontowi Ahmad, yang waktu itu duduk di kelas enam dan tiga Sekolah Dasar, akhirnya mau berlatih bulu tangkis.

Namun Yahya jauh lebih rajin dan disiplin, bahkan kakak Tontowi itu pernah bergabung dengan Klub Pelita pimpinan Icuk Sugiarto.

"Namun baru dua minggu di sana ia sakit keras sehingga tidak melanjutkan berlatih di klub tersebut," lanjut Husni yang tinggal menggantungkan harapan pada si bungsu, Tontowi.

Butuh kesabaran ekstra untuk melatih anak bungsunya yang sebenarnya tidak menyukai bulu tangkis itu. Tontowi seringkali mengajukan banyak alasan untuk mangkir latihan.

"Tetapi ketika kelas satu SMP dia sudah berprestasi," kata Sang Ayah bangga.


Berhenti

Berkat kesabaran ayahnya membina, akhirnya Tontowi pun mulai berprestasi dan dilirik klub maupun pusat pelatihan bulu tangkis.

Selepas SMP ia bergabung dengan Klub Argo Pantes di Tangerang dan kemudian dilirik Pusdiklat Gresik.

"Sewaktu di Gresik itu saya sempat memutuskan berhenti saja dari bulu tangkis karena tidak punya pasangan," kata Tontowi yang memutuskan untuk melanjutkan sekolah ke perguruan tinggi.

"Untung lah tiba-tiba saya ditawari PB Djarum untuk bergabung."

"Saya ingat waktu itu pelatih ganda Deny Kantono menelepon saya, `mau nggak kamu bergabung ke Djarum`," papar Tontowi mengenang awalnya bergabung dengan klub bulu tangkis terbesar di Tanah Air itu.

Sejak itu, ia sudah sedikitnya lima kali gonta ganti pasangan sebelum akhirnya berduet dengan Liliyana Natsir, yang sebelumnya sudah menjadi juara dunia dua kali dan meraih medali perak Olimpiade bersama Nova Widianto.

"Saya sungguh tidak menyangka akan dipasangkan dengan dia (Liliyana) karena masih ada beberapa pemain yang lebih senior dari saya seperti Muhammad Rijal dan Fran Kurniawan," katanya mengenai sang idola.

Ia mengakui bahwa jauh sebelumnya, ia sudah mengidolakan pasangan Nova Widianto-Liliyana Natsir, pasangan yang beberapa lama menduduki peringkat teratas dunia.

Sekarang, bersama Liliyana, pasangan duetnya sejak 2010, Tontowi sudah pula menjadi salah satu ganda campuran yang disegani lawan-lawannya dari berbagai belahan dunia.

"Dia sudah membuat bangga orang tua. Dia berhasil memberikan dua gelar All England, mudah-mudahan ke depan ia bisa menjadi juara dunia dan Olimpiade," harap Husni.

Ia sadar, anaknya itu, yang sekarang menempati ranking dua dunia bersama Liliyana, bukan lagi atlet lokal melainkan atlet dunia.



Sumber :  antaranews.com
Kamis, Mei 30, 2013 | 0 komentar

Pengacara Luthfi Hasan Bicara Soal Darin Muntazah

Darin Mumtazah, siswa SMK yang masuk daftar saksi kasus suap kuota impor daging sapi




Pengacara belum pernah tanyakan Darin Mumtazah ke Luthfi Hasan.



Kamis, 30 Mei 2013


Pengacara Luthfi Hasan Ishaaq, Muhammad Assegaf, mengaku tak tahu keterkaitan siswi sekolah menengah kejuruan, Darin Mumtazah (19) dengan kliennya. Dihubungi VIVAnews, Rabu malam, 29 Mei 2013, Assegaf juga menegaskan, tak paham istilah 'pustun.'

Istilah 'pustun' ini muncul dalam rekaman hasil sadapan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) antara Luthfi dengan tersangka lain dalam kasus suap kuota impor daging sapi di Kementerian Pertanian, Ahmad Fathanah.

"Apa itu pustun? Saya tidak tahu, tak paham. Saya tidak pernah tanyakan Darin ke Luthfi. Tidak ada urgensinya," kata Assegaf. Nama Darin masuk daftar pemeriksaan saksi untuk tersangka Luthfi terkait dugaan pencucian uang.

Dia menegaskan, dirinya selaku pengacara hanya menanyakan hal-hal yang memiliki nilai yuridis. "Kalau wartawan kan, menanyakan hal yang punya nilai berita. Kalau pengacara, menanyakan hal yang punya nilai bukti," jelas Assegaf.

Dia pun heran beberapa media yang menyebut Darin sebagai saksi kunci kasus yang melilit Luthfi. "Tempo hari, Fathanah yang disebut saksi kunci. Banyak bener saksi kunci Luthfi," kata dia sambil terbahak.


Sumber  :  nasional.news.viva.co.id
Kamis, Mei 30, 2013 | 0 komentar

Gagal jadi cagub, Ketua DPD Demokrat Riau mundur

Stiker Kotak Suara . ©2012 Merdeka.com/imam buhori




Rabu, 29 Mei 2013



Kecewa karena tak diusung partainya, Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Demokrat Provinsi Riau, HR Mambang Mit langsung menyatakan pengunduran dirinya. Pengunduran diri itu disampaikan usai mendaftarkan pasangan Achmad-Masrul Kasmy ke Komisi Pemilihan Umum (PKU) Provinsi Riau. Pasangan itu mendapat rekomendasi dari Dewan Pimpinan Pusat Partai Demokrat.

"Saya akan mengundurkan diri dari Partai Demokrat. Meskipun saya sudah bergabung dua setengah tahun," kata Mambang dengan suara lantang dan mata berkaca-kaca di hadapan sejumlah kader Demokrat di kantor KPU Riau, Jalan Gajah Mada, Pekanbaru, Selasa (28/5).

Mambang beralasan pengunduran itu merupakan sikap tegas dirinya meski ada perbedaan pandangan antara sesama kader partai berlambang Mercy tersebut.

"Semuanya untuk kemajuan Provinsi Riau. Perbedaan pendapat itu pasti terjadi, tapi ingat, yang baiklah yang akan muncul," ungkap Mambang.

Meski tiket untuk jadi gubernur dari partainya dirampok oleh anak buahnya sendiri, Achmad, yang tak lain sebagai Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PD Rokan Hulu, Mambang menyerukan sikap sportif.

"Saya tidak akan membakar jaket (Partai Demokrat) ini. Itu tak perlu. Tapi saya akan kembalikan jaket kepada partai," pungkasnya.

Usai menyampaikan hal tersebut, tak berapa lama, Mambang kemudian meninggalkan lokasi acara tersebut.

Sebelumnya, pendaftaran pasangan Achmad-Masrul diramaikan ribuan pendukung yang tampak memadati ruas Jalan Gajah Mada. Para pendukung mengenakan pakaian bergambar wajah Achmad dan Masrul bertuliskan sebuah slogan 'Lanjutkan Bakti untuk Negeri'.

Deklarasi pencalonan pasangan ini juga mempertontonkan tarian seni dari ragam suku budaya, seperti Reog Ponorogo, tarian melayu, dan lainnya.

Achmad selain ketua DPC Partai Demokrat, juga merupakan Bupati Rokan Hulu, sempat bersaing ketat dengan Ketua DPD PD HR Mambang Mit yang tak lain adalah Wakil Gubernur Riau. Keduanya memperebutkan tiket cagub dari Partai Demokrat.

Namun, DPP Partai Demokrat lebih memberikan rekomendasi kepada Achmad yang turun pada Minggu (26/5) lalu.



Sumber  : merdeka.com
Rabu, Mei 29, 2013 | 0 komentar

Warga Pontianak geger penemuan mayat pocong keluar dari kuburan

kuburan dibongkar. ©2013 Merdeka.com




Rabu, 29 Mei 2013



Warga di Jalan Adi Sucipto Pontianak dihebohkan dengan penemuan mayat yang masih dibungkus dengan pocong atau kain kafan di atas sebuah kuburan. Penemuan mayat pada Sabtu (25/5) itu langsung membuat warga sekitar penasaran dan berduyun duyun melihat mayat yang tiba-tiba keluar dari kuburan.

Belum diketahui mayat siapa yang kembali menyembul setelah seminggu dikubur tersebut. Namun mayat yang dikubur di pemakaman umum itu adalah seorang pasien yang meninggal di RSUD Dr Suharso Pontianak.

"Betul itu mayat dari RS Suharso, tetapi identitasnya saya tidak tahu," ujar petugas RSUD Suharso, Harno kepada merdeka.com, Rabu (29/5).

Harno mengaku bahwa mayat berjenis kelamin wanita itu awalnya di rawat di RS Suharso. Namun kemudian meninggal dunia dan dikuburkan di TPU di sekitar Jalan Adi Sucipto Pontianak.

"Sakit apa dan meninggal karena apa saya tidak tahu persis. Tapi iya, mayat yang keluar lagi itu memang berasal dari RS Suharso," terangnya.

Peristiwa tersebut terungkap setelah seorang pekerja pabrik yang bekerja di samping pemakaman mencium bau bangkai. Dia pun berusaha mencari sumber bau tersebut dan menemukan mayat yang masih lengkap dengan pocongnya tertelungkup di atas kuburan.

Lokasi penemuan mayat yang berada diatas kuburan ini ternyata jauh dari tempat wanita ini dikuburkan sebelumnya. Akibat penemuan ini, warga sekitar pun berbondong-bondong ingin menyaksikan secara langsung.

"Tapi katanya sekarang sudah dikubur lagi," imbuhnya.


Sumber :  merdeka.com
Rabu, Mei 29, 2013 | 0 komentar

Patung Aburizal Bakrie Ditenggelamkan di Kolam Lumpur Sidoarjo

Patung raksasa mirip Aburizal Bakrie buatan korban lumpur Sidoarjo, akan ditenggelamkan di kolam lumpur Sidoarjo, ( Kompas.com, Rabu 29/5/2013).




Rabu, 29 Mei 2013


Sidoarjo, — Sebuah patung berbentuk Ketua Umum Partai Golkar Aburizal Bakrie alias Ical diarak ratusan warga korban lumpur Sidoarjo di bibir kolam lumpur, Rabu (29/5/2013).

Patung tersebut rencananya akan ditenggelamkan ke dasar kolam lumpur tak jauh dari lokasi demo. Hal itu sebagai bentuk kekecewaan warga atas pemilik perusahaan gas PT Lapindo Brantas yang menyebabkan semburan lumpur Sidoarjo sejak tujuh tahun lalu dan tak tuntas sampai saat ini.

Patung berbahan kertas berukuran sekitar 5 meter itu didesain memakai jas warna kuning, memakai kacamata, dan membawa tas berisi uang. ''Patung ini agar mata dunia tahu, Aburizal Bakrie inilah yang membuat kerusakan di Sidoarjo,'' kata Gugun Muhammad dari Urban Poor Konsorsium, LSM pendamping warga korban lumpur Sidoarjo.

Gugun mengaku heran, tujuh tahun berjalan, Aburizal Bakrie seperti tidak terganggu dengan jeritan korban lumpur yang sampai saat ini belum terbayar beserta dampak lingkungannya. ''Dia justru akan mencalonkan diri sebagai presiden tahun depan dari Partai Golkar,'' ujarnya.

Selain membawa patung raksasa, aksi memperingati tujuh tahun lumpur Sidoarjo di bibir kolam Desa Mindi, Kecamatan Porong, juga diramaikan dengan munculnya boneka jalangkung berkostum kaus sejumlah partai. Hal itu, kata Gugun, sebagai bentuk sindiran bahwa selama ini banyak parpol yang menjadikan korban lumpur sebagai komoditas politik.

Tragedi lumpur Sidoarjo terjadi 29 Mei, tujuh tahun lalu. Lumpur dari dalam perut bumi menggenangi belasan desa di Kecamatan Porong, Sidoarjo. Ribuan keluarga mengungsi dan terpaksa meninggalkan komunitas sosial yang terbangun sejak puluhan tahun.


Sumber : regional.kompas.com
Rabu, Mei 29, 2013 | 0 komentar

Ini yang Dibicarakan Luthfi Hasan dan Fathanah dalam Bahasa Arab

 Luthfi Hasan Ishaaq (kiri) dan Ahmad Fathanah (kanan) ( Kompas.com )




Rabu, 29 Mei 2013


JAKARTA,— Tim jaksa penuntut umum Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menghadirkan ahli bahasa Arab dari Kedutaan Besar Arab Saudi, JA Jamaluddin, sebagai saksi dalam persidangan kasus dugaan korupsi kuota impor daging sapi dengan terdakwa Direktur PT Indoguna Utama Juard Effendi dan Arya Abdi Effendi di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, Rabu (29/5/2013).

Tim jaksa KPK meminta Jamaluddin menerjemahkan rekaman percakapan antara mantan Presiden PKS Luthfi Hasan Ishaaq dan orang dekatnya, Ahmad Fathanah, yang menggunakan bahasa Arab.

Rekaman percakapan yang diterjemahkan Jamaluddin, salah satunya mengenai rencana pemberian fee dari PT Indoguna Utama untuk Luthfi.

"Besok pagi, ismak..ismak ee kalam Arab ya ana. Ee ee huwa iya tudkhil tsmaniya alaf batruk ton laheim," demikian yang dikatakan Fathanah dalam bahasa Arab kepada Luthfi seperti tercatat dalam transkrip rekaman.

Menurut Jamaluddin, percakapan dalam bahasa Arab itu artinya Fathanah menyampaikan kepada Luthfi bahwa seseorang akan memasukkan sekitar 8.000 ton daging. "Artinya, dengerin saya mau bicara pakai bahasa Arab ini, dia (Direktur PT Indoguna Maria Elizabeth Liman) akan memasukkan sekitar 8.000 ton daging," kata Jamaluddin.

Setelah itu, Fathanah kembali mengatakan, "Ee tsamaniya allaf alheim ee huwa hiya ta l kullu annukud arbaik miliar cash," yang menurut Jamaluddin artinya akan ada pemberian uang Rp 40 miliar secara tunai untuk 8.000 ton daging.

"Yang 8.000 ton daging itu, dia (Maria) akan memberikan uang semuanya Rp 40 miliar dibayar tunai," ucap Jamaluddin.

Lantas, dalam rekaman pembicaraan itu, Luthfi kembali menegaskan kepada Fathanah, "Eee tahil kam tsamaniya faqod," yang menurut Jamaluddin berarti, "Eh itu 8.000 saja?"

Fathanah pun menjawab, "Kalau bisa asyara dua puluh tiga puluh ribu. Tapi, banyak yang riil yang dia mau masukkan itu jadi lapan ribu."  Menurut Jamaluddin, pernyataan itu artinya, "Kalau bisa sih sepuluh (ribu), dua puluh, tiga puluh, tapi banyak yang riil, yang dia mau masukkan itu, jadi delapan ribu."

Percakapan antara Fathanah dan Luthfi ini pun berlanjut. Dalam bahasa Arab, Luthfi mengatakan kepada Fathanah, "Ana akan minta, ana akan minta sepuluh lah ya," yang artinya, "Saya akan minta, saya akan minta sepuluh lah ya," kata Jamaluddin.

Kemudian, Fathanah menjawab Luthfi dengan mengatakan, "Sepuluh ribu berarti lima puluh miliar, khusin miliar." Menurut Jamaluddin, dalam transkrip rekaman ini, Fathanah mengatakan kalau sepuluh ribu (ton) berarti akan ada lima puluh miliar uang.

Atas terjemahan ini, tim jaksa penuntut umum KPK pun bertanya kepada Jamaluddin mengenai makna percakapan tersebut. Menurut Jamaluddin, pembicaraan kedua orang ini menunjukkan transaksi antara kedua belah pihak mengenai sesuatu yang menghasilkan.

"Kalimat-kalimat pembicaraan dua orang ini mengindikasikan ada transaksional di antara keduanya, membicarakan sesuatu yang menghasilkan. Ada arbain, ada 40, ada 8.000, ada yang ditransaksikan dengan kedua orang ini," ungkap Jamaluddin.

Selain itu, menurut Jamaluddin, percakapan Fathanah dan Luthfi tersebut mengindikasikan adanya keterlibatan pihak ketiga dalam urusan yang mereka bicarakan. "Ada (pihak ketiga), kalau dilihat di situ ada huwa, hiya, artinya dia perempuan dan dia laki-laki. Tapi, memang di sini tidak menyebutkan perusahaan," katanya.

Adapun rekaman percakapan antara Luthfi dan Fathanah ini diperdengarkan tim jaksa KPK dalam persidangan sebelumnya. Saat diperiksa sebagai saksi, Luthfi mengakui bahwa itu percakapan antara dirinya dan Fathanah. Namun, menurut Luthfi, omongan Fathanah itu hanya omong kosong. Luthfi mengaku terpaksa mendengarkan omongan Fathanah karena jengkel setelah terus didesak. Namun, menurut Luthfi, perkataan Fathanah itu tidak dia tindak lanjuti.

Dalam kasus dugaan korupsi kuota impor daging sapi, Arya dan Juard didakwa memberikan hadiah atau janji berupa uang Rp 1,3 miliar kepada Luthfi melalui Ahmad Fathanah. Menurut surat dakwaan, uang Rp 1,3 miliar tersebut diberikan agar Luthfi menggunakan kedudukannya sebagai Presiden PKS untuk memengaruhi pejabat Kementerian Pertanian (Kementan) agar memberikan rekomendasi penambahan kuota impor daging sapi tahun 2013 untuk PT Indoguna Utama dan perusahaan lain yang masih tergabung dalam grup PT Indoguna.

Posisi Luthfi sebagai Presiden PKS dianggap mampu memengaruhi Menteri Pertanian Suswono yang berasal dari partai yang sama.


Sumber : nasional.kompas.com
Rabu, Mei 29, 2013 | 0 komentar

Ibu Pembuang Bayi ke Toilet Mengaku Tidak Sengaja

Bayi malang ditemukan dalam pipa toilet di China(Daily Mail)



Bayi malang itu ditemukan tersangkut di pipa toilet.


Rabu, 29 Mei 2013,


Ibu bayi yang dibuang ke toilet di China, mengaku kepada polisi Jinhua di Provinsi Zhejiang, bahwa dia menyembunyikan kehamilannya. Selain itu dia berdalih bayi berusia dua hari itu jatuh ke dalam toilet jongkok secara tak sengaja saat baru saja dilahirkan.

Dilansir laman News.com.au, Selasa 29 Mei 2013, kepada polisi ini mengaku menyesali segala perbuatannya itu. "Polisi setempat berhasil menemukan ibu bayi malang itu. Dia mengaku sangat menyesal atas semua perbuatannya. Namun rincian itu mengenai kasus tersebut masih terus ditelusuri polisi," tulis salah satu polisi Jinhua di media sosial Weibo.

Masih menurut polisi tersebut, wanita berusia 22 tahun itu ternyata berada di lokasi kejadian saat proses penyelamatan dilakukan. Saat polisi menanyakan identitasnya, dia mengaku sebagai ibu bayi yang terjebak di dalam pipa pembuangan toilet pada Sabtu pekan lalu.

Hingga saat ini polisi Jinhua masih terus mencari tahu apakah ada maksud jahat dari ibu bayi malang itu sebelum menentukan tuduhan. Kendati mengaku menyesal, ibu yang tak disebutkan namanya ini tetap akan dikenakan tuduhan percobaan pembunuhan terhadap putranya sendiri.

Hingga saat ini bayi mungil itu masih terus dirawat secara intensif di RS Daerah Pujiang. Pada Sabtu pekan lalu, tim penyelamat berhasil mengeluarkan bayi yang baru berusia dua hari itu, setelah terjebak di pipa pembuangan toilet dengan diameter 10 sentimeter.

Petugas pemadam kebakaran yang dihubungi oleh seorang pemilik gedung di Pujiang, kemudian membawa potongan pipa itu ke RS terdekat. Selama dua jam tim penyelamat yang terdiri dari dokter dengan sangat hati-hati bergantian memotong bagian pipa menggunakan gergaji dan tang.


Sumber :  dunia.news.viva.co.id
Rabu, Mei 29, 2013 | 0 komentar

Ketua KNPI Bukit Batu : “ Ancaman Oknum Aparat Pol Air Polres Bengkalis salah Alamat “

Ketua KNPI Bukit Batu Erwin Syah Putra, S.Psi



Amanah Anak Negeri, Bengkalis,- Menanggapi kejadian Oknum Pol Air Polres Bengkalis Ancam Wartawan terkait pemberitaan pemusnahan " Bawang " Barang Bukti ( BB ) Diduda menyusut, sejumlah kalangan menyatakan kecaman keras terhadap sikap bar-bar yang ditunjukkan aparat tidak pada tempatnya.

Kepada wartawan, Ketua KNPI Bukit Batu Erwin Syah Putra, S.Psi, Melontarkan kecaman kerasnya, “ Sikap kekerasan yang ditunjukkan oknum anggota Pol Air Polres Bengkalis  itu benar-benar salah alamat, seharusnya sikap seperti itu ditujukan untuk residivis, buronan, pencuri ataupun jenis penjahat lainnya, ini malah ditujukan kepada wartawan yang menjalankan tugasnya yang dilindungi Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers, Sikap oknum dan tindakan oknum Pol Air Polres Bengkalis benar2 fatal kesalahannya, sikap dan tindakan tersebut  merendahkan profesi jurnalis di Bengkalis," Tegas Erwin, Hari Senin Tanggal 27 Mei 2013.

Dikatakan Erwin Jurnalis itu bekerja untuk lintas Profesi, apapun instansinya selagi berada di wilayah NKRI meski menunjukkan sikap kerja sama yang baik dengan kalangan Jurnalis.

"Jangan dikira dengan kekerasan atau gertakan seperti itu membuat wartawan takut atau malah berhenti membuat pemberitaan, karena sudah jelas yang benar itu benar dan yang salah itu salah, kita kembalikan pemberitaannya kepada masyarakat supaya masyarakat bisa sama2 menyorot dan menilai,"kecam Erwin lagi.

Diingatkan Erwin bahwa kekuatan Control Sosial Presser akan lebih dahsyat dibanding dengan kekerasan, pengancaman dan sebagainya.

"Kita minta siapapun dan apapun profesinya mari saling menghormati dan tidak saling melecehkan, ini negara hukum, tidak ada tempat bagi mereka yang masih mengedepankan sikap bar-bar dalam mengisi pembangunan diNegara yang kita cintai ini, " papar alumni UIN Suska Riau ini. ( Yes ).


Selasa, Mei 28, 2013 | 0 komentar

Korsel hentikan operasi dua reaktor nuklir

Menteri Pengetahuan Ekonomi Hong Suk-woo komponen yang diganti bukan komponen utama




Selasa, 28 Mei 2013

.

Korea Selatan menunda pengoperasian lagi dua reaktor nuklir mereka setelah menemukan adanya penggunaan sejumlah perangkat yang belum diotorisasi lembaga berwenang di negara itu.
Komisi Keselamatan dan Kemanan Nuklir juga menunda dimulainya operasi dua reaktor lainnya namun mereka mengatakan tidak ada ancaman terhadap keselamatan publik.

Dua reaktor sebelumnya telah ditunda pengoperasiannya pada akhir tahun 2012 lalu ditengah skandal penggunaan perangkat yang sertifikasi keamanannnya dipalsukan.

Korea Selatan mempunyai 23 reaktor nuklir yang berfungsi untuk menyuplai sepertiga kebutuhan listrik negara itu.

Sejumlah media lokal mengatakan penundaan operasi dua reaktor nuklir yang terakhir ini memunculkan pertanyaan terhadap ketersediaan energi listrik negara itu pada musim panas nanti.
Komisi Keselamatan dan Keamanan Nuklir Korea Selatan mengatakan dua reaktor yang operasinya mengalami penundaan adalah reaktor Shin Kori 2 dan Reaktor Shin Wolsong 1.

Bukan komponen utama

Reaktor Shin Kori 1 saat ini sedang mengalami perawatan sementara Reaktor Shin Wolsong 2, reaktor baru, juga tidak beroperasi hingga komponen yang ada saat ini diganti dengan yang baru dan memiliki sertifikasi keamanan.

Semua komponen yang digunakan oleh reaktor nuklir di Korea Selatan membutuhkan sertifikasi khusus untuk bisa digunakan.

Tahun lalu pemerintah Korea Selatan mengatakan sejumlah komponen pada dua reaktor di Yeongwang diketahui belum menjalani pemeriksaan yang benar.

Menteri Ekonomi Industri, Hong Suk-woo mengatakan komponen yang harus diganti ini bukanlah komponen utama seperti sekering, kipas pendingin dan saklar listrik - komponen yang juga biasa digunakan dalam industri lain- tetapi membutuhkan sertifikasi internasional untuk pemakaian pada pembangkit listrik tenaga nuklir.

Awal bulan ini, enam insinyur nuklir dan penyalur komponen dipenjara karena bertanggungjawab terhadap lolosnya komponen dengan sertifikasi palsu ke komplek reaktor Yeongwang.


Sumber :  bbc.co.uk
Selasa, Mei 28, 2013 | 0 komentar

Adi Bing Slamet Berberkan Alasan Istri Subur Banyak

Istri-istri Eyang Subur (VIVAnews/Muhamad Solihin)


"Saya kasih saran sebaiknya istrinya diantar ke orangtuanya."


Selasa, 28 Mei 2013


Belum lama ini Eyang Subur resmi menceraikan ketiga istrinya, Reny Mulya Ningsih, Anniesa, dan Nita Septiarini. Proses perceraian saat itu disaksikan oleh perwakilan dari Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan FPI.

Adi Bing Slamet pun angkat bicara dengan perceraian tiga istri yang dilakukan oleh mantan guru spiritualnya itu. "Apapun Keputusan MUI, Subur harus ikuti, jangan beralasan," ujar Adi kepada SOS ANTV, Selasa 28 Mei 2013.

Menurut Adi, sikap Eyang Subur yang menikahi 7 istri adalah bukan karena khilaf. Eyang Subur dinilai memiliki keyakinan lain jika dirinya bisa menikahi istri lebih dari satu, yaitu sembilan. "Dia ngomong kalau sudah 9 istrinya dia akan sakti," cetus Adi.

Sebelumnya, dengan nada tegas, Adi menyarankan kepada mantan gurunya itu untuk mengembalikan semua mantan istri yang diceraikan kepada orang tua masing-masing. Adi ingin Subur menunjukkan sikapnya sebagai laki-laki.

"Saya kasih saran, sebaiknya mantan istri-istrinya itu jangan menunggu dijemput, tapi harus diantarkan ke orangtua mereka. Itu baru gentleman, bertanggung jawab. Imejnya pasti baik," kata Adi.


Sumber  : life.viva.co.id
Selasa, Mei 28, 2013 | 0 komentar

Presiden SBY Lakukan Kunjungan Bersejarah ke Swedia

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono tiba di Swedia.(Twitter/@SBYudhoyono)



Mendiang Presiden Soekarno mengunjungi Swedia pada 3-5 Mei 1959.



Selasa, 28 Mei 2013


Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan rombongan hari ini, Selasa 28 Mei 2013, memulai kunjungan ke Swedia. Bagi Duta Besar Swedia, Ewa Polano, ini bukanlah sekadar kunjungan kenegaraan.

"Ini adalah kunjungan bersejarah. Baru kali ini seorang Presiden Indonesia berkunjung ke Swedia dalam kurun lebih dari 50 tahun. Ini menunjukkan bahwa hubungan kedua negara telah berlangsung sangat erat dan kita tengah menyaksikan banyaknya kerja sama dan kesepakatan bisnis yang ditandatangani oleh para aktor penting Indonesia dan Swedia," kata Dubes Polano dalam pernyataan yang dikirim ke VIVAnews.

Menurut Kedubes Swedia di Jakarta, Presiden Indonesia sebelumnya yang mengunjungi negara Skandinavia itu adalah mendiang Soekarno. Dia berkunjung pada 3-5 Mei 1959. 

Presiden SBY dan rombongan tiba di Swedia pada Senin malam pukul 20.45 waktu setempat, atau Selasa dini hari WIB. Pesawat mereka mendarat di Bandara Arlanda, yang berada di luar Ibu Kota Stockholm.

SBY disambut secara resmi oleh Menteri Swedia Bidang Kerjasama Pembangunan Internasional, Gunilla Carlsson, bersama Kepala Protokol Caroline Vicini. Dubes Polano dan Duta Besar RI untuk Swedia, Dewa Made Sastrawan turut menyambut kedatangan SBY dan rombongan.

Pada Selasa, 28 Mei 2013, Presiden SBY akan bertemu dengan Perdana Menteri Swedia, Fredrik Reinfeldt. Kedua kepala pemerintah akan membicarakan tindak lanjut dari pembicaraan yang pernah mereka lakukan saat PM Reinfeldt berkunjung ke Jakarta pada November 2012. Beberapa isu yang dibahas adalah kerja sama bidang layanan kesehatan, lingkungan hidup, transportasi, inovasi, dan pendidikan.

Kedua pemimpin juga akan menghadiri penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara Indonesia dan Swedia mengenai pembangunan perkotaan yang berkelanjutan. Penandatanganan berlangsung di kantor PM Swedia, Rosenbad.

Presiden SBY bersama Ibu Negara Ani Yudhoyono juga akan mengunjungi Istana untuk menemui Raja Carl XVI Gustaf dan Ratu Silvia untuk menghadiri jamuan makan siang. Raja Swedia pernah berkunjung ke Indonesia awal 2012 sebagai Ketua Kehormatan Yayasan Pandu Sedunia.

Presiden SBY juga dijadwalkan bertemu dengan Ketua Parlemen Swedia, Per Westerberg, sebelum menghadiri jamuan makan malam yang diadakan PM Reinfeldt. Para perwakilan bisnis Swedia juga diundang menghadiri makan makam itu.


Sumber :   dunia.news.viva.co.id
Selasa, Mei 28, 2013 | 0 komentar

'Briptu Rani harus ungkap atasan yang lakukan pelecehan seksual'

briptu rani. ©Istimewa



Senin, 27 Mei 2013 



Sudah lebih tiga bulan polwan cantik Briptu Rani Indah Yuni Nugraeni tidak masuk kerja. Oleh institusinya, polisi yang bertugas di Polres Mojokerto itu masuk Daftar Pencarian Orang (DPO).

Dikabarkan, dara berusia 24 tahun ini menghilang karena sudah bosan dengan perilaku tidak senonoh yang kerap dilakukan oleh Kapolres Mojokerto terhadap dirinya. Namun, tindakan Rani yang tak kunjung muncul justru dinilai sebagai sebuah keputusan yang semakin memperburuk keadaan.

Ketua Presidium Indonesia Police Watch (IPW), Neta S Pane mengatakan, tidak semestinya seorang Briptu Rani justru kabur dari masalah. Meskipun, pelecehan seksual merupakan isu yang sensitif dan butuh waktu bagi korban.

Neta menuturkan, Rani harus segera muncul kepermukaan untuk menjelaskan duduk perkara yang saat ini sedang menimpa dirinya. Untuk menjamin keselamatan, dia pun meminta agar Rani diberikan perlindungan khusus.

"Seharusnya Briptu Rani segera muncul dan menjelaskan duduk perkara yang sesungguhnya. Namun harus ada perlindungan terhadap yang bersangkutan. Bagaimana pun kasus pelecehan seksual selalu membuat trauma bagi korbannya. Namun kasus ini harus diselesaikan secara tuntas," kata Neta, Minggu (26/5).

Neta menilai, jika tak kunjung muncul, Rani justru yang akan dituding hanya sekadar ingin mencari sensasi. Padahal, kata dia, sesungguhnya Rani menjadi korban.

"Untuk itulah Rani harus segera muncul dan menjelaskan persoalan yang ada," katanya.

Selanjutnya, Neta menambahkan, untuk kemudian dikonfrontir benar atau tidaknya bahwa Rani sering di ajak ke tempat karaoke oleh atasannya.

"Jika benar, Kapolres tersebut harus ditindak. Sebab sangat tidak pantas jika Kapolres membawa polwannya ke karaoke, sebab hal itu tidak berkaitan dengan tugas-tugas Polri," tandasnya.

Diketahui, setelah lama menghilang dan menjadi pergunjingan, pernyataan mengejutkan datang dari keluarga Rani. Ibunda Rani, Raya Situmeang mengungkap, anaknya telah diperlakukan tidak senonoh oleh Kapolres Mojokerto. Termasuk ketidaksenangan AKP L kepada Briptu Rani.

Raya menuding Kapolres Mojokerto AKBP Eko Puji Nugroho telah memerintahkan anaknya untuk melayani tamu-tamunya karaoke dan menyita handphone milik anaknya.

Tak berhenti di situ, Raya juga menyatakan, kapolres pernah meraba tubuh anaknya saat pengukuran seragam, yang mestinya dilakukan oleh seorang tukang jahit.


Ibunda: Briptu Rani ada di Jakarta, sedang depresi


Sabtu, 25 Mei 2013


25 April lalu pihak kepolisian menetapkan status DPO alias buron kepada polwan cantik, Briptu Rani Indah Yuni Nugraeni. Ibunda Rani, Raya Situmeang, berang dengan status tersebut.

Dia menegaskan bahwa putrinya itu bukan penjahat hingga harus dinyatakan buron. "Saya jamin anak saya ada, dan sekarang berada di Jakarta bersama om nya," kata Ibu Rani, Raya Situmeang, kepada merdeka.com di kediamannya di bilangan Pasanggrahan, Ujung Berung, Bandung, Sabtu (25/5).

Menurutnya, sejak kabur dari Polres Mojokerto Januari lalu tempatnya berdinas, Rani kerap depresi. Perempuan 25 tahun itu sulit untuk bersosialisasi.

"Saya sering kontak-kontakan, menanyakan sudah minum obat belum, gimana perkembangannya," kisah Raya.

Dia meminta polisi mencabut status DPO terhadap putri sulungnya itu. Kalau pun ada yang ingin menemui, ia siap menerimanya.

"Saya bawa anak saya ke rumah kalau Pak Polisi memang mau bertemu," tegasnya.

Menurut Raya, Rani kabur lantaran ulah Kapolres Mojokerto yang suka memperlakukan bawahan seenaknya. Bahkan pelecehan seksual pun kerap dilakukan kepada Rani.

"Anak saya malah disuruh menemani teman-temannya untuk karaoke," ujarnya. Rani tak terima, sehingga dia pilih melarikan diri.

Polda Jatim memberikan tanggapan tentang berbagai informasi penyebab kaburnya Briptu Rani. "Kami melakukan penyelidikan terkait adanya laporan tersebut. Termasuk ungkapan adanya pelecehan seksual, penggelapan uang dan sebagainya. Kami masih dilakukan pencarian keterangan serta bukti-bukti masalah tersebut," tandas Kasubdit Penmas Bid Humas Polda Jawa Timur, AKBP Suhartoyo.

Polda Jawa Timur menurunkan tim khusus untuk melakukan penyelidikan. "Tim dari Propam Polda Jatim sudah kita turunkan ke Mojokerto untuk melakukan pulbaket (pengumpulan bahan dan keterangan). Tim khusus Polda Jatim itu sudah diberangkatkan ke sana sejak pagi tadi (Rabu, 22/5)," ungkap AKBP Suhartoyo.

Dijelaskan Suhartoyo, di Mojokerto, tim Propam Polda Jawa Timur itu melakukan sejumlah pengumpulan data dan informasi. "Termasuk menggali informasi dari internal Polres Mojokerto, maupun dari pihak-pihak lain yang terlibat."

Seperti diberitakan, pasca vonis hukuman khusus selama 21 hari dalam sidang kode etik di Polres Mojokerto pada 16 Januari lalu, karena desersi (tidak masuk tanpa izin), Briptu Rani tiba-tiba menghilang. Sampai akhirnya pada 25 April, pihak kepolisian menetapkan ibu satu anak itu sebagai DPO alias buron. Kemudian pada tanggal 15 Mei, Briptu Rani mendatangi Mabes Polri untuk menyerahkan surat pengunduran dirinya dari kesatuan.

Selanjutnya, berbagai informasi miring seputar kehidupan polwan cantik itu terus berkembang hingga saat ini.


Ibunda: Briptu Rani dimusuhi atasan karena penampilan


Sabtu, 25 Mei 2013


Selain mengalami pelecehan seksual dan upaya eksploitasi oleh atasannya, Briptu Rani Indah Yuni Nugraeni juga kerap mendapatkan perlakuan tidak mengenakkan di tempatnya bekerja, Polres Mojokerto, Jawa Timur.

Perempuan 25 tahun itu sering dimusuhi oleh atasannya di lingkungan Mapolres Mojokerto. Atasan Rani itu perempuan berinisial LI berpangkat AKP.

"Jadi memang atasan anak saya itu sering diperlakukan tidak enak oleh LI," ucap ibunda Rani, Raya Situmeang, kepada merdeka.com, di kediamannya bilangan Pasanggrahan, Ujung Berung, Bandung, Sabtu (25/5).

Entah apa maksud dari perilaku LI, namun diakui Raya, bahwa Rani kerap menjadi omongan lantaran penampilannya. Menurutnya, Rani selalu berupaya tampil serapi mungkin.

"Mungkin karena persaingan penampilan. Masak atasannya pernah bilang 'dasar lo so cantik. Ga perlu banyak penampilan. Dasar kamu tukang morotin lagi'," terangnya.

Namun dia menepis keseharian Rani yang glamor. "Ga sama sekali, kita lahir dari keluarga sederhana, motor aja kita kredit di Bandung untuk dipakai Rani dinas," paparnya.

Raya menyayangkan ulah Kapolres Mojokerto dan LI yang memperlakukan anak buah seenaknya. Padahal perempuan kelahiran Bogor itu ingin bisa melaksanakan tugas sebagaimana mestinya.

"Anak saya kabur karena sudah tidak nyaman," ujarnya.

Itu juga sekaligus menepis bahwa Rani membawa kabur sejumlah uang. "Tidak benar itu. Sekarang anak saya depresi berat dan belum bisa melakukan aktivitas normal," tandasnya.

Polda Jatim memberikan tanggapan tentang berbagai informasi penyebab kaburnya Briptu Rani. "Kami melakukan penyelidikan terkait adanya laporan tersebut. Termasuk ungkapan adanya pelecehan seksual, penggelapan uang dan sebagainya. Kami masih dilakukan pencarian keterangan serta bukti-bukti masalah tersebut," tandas Kasubdit Penmas Bid Humas Polda Jawa Timur, AKBP Suhartoyo.

Polda Jawa Timur menurunkan tim khusus untuk melakukan penyelidikan. "Tim dari Propam Polda Jatim sudah kita turunkan ke Mojokerto untuk melakukan pulbaket (pengumpulan bahan dan keterangan). Tim khusus Polda Jatim itu sudah diberangkatkan ke sana sejak pagi tadi (Rabu, 22/5)," ungkap AKBP Suhartoyo.

Dijelaskan Suhartoyo, di Mojokerto, tim Propam Polda Jawa Timur itu melakukan sejumlah pengumpulan data dan informasi. "Termasuk menggali informasi dari internal Polres Mojokerto, maupun dari pihak-pihak lain yang terlibat."

Seperti diberitakan, pasca vonis hukuman khusus selama 21 hari dalam sidang kode etik di Polres Mojokerto pada 16 Januari lalu, karena desersi (tidak masuk tanpa izin), Briptu Rani tiba-tiba menghilang. Sampai akhirnya pada 25 April, pihak kepolisian menetapkan ibu satu anak itu sebagai DPO alias buron. Kemudian pada tanggal 15 Mei, Briptu Rani mendatangi Mabes Polri untuk menyerahkan surat pengunduran dirinya dari kesatuan.


Ibunda Briptu Rani tuding anaknya dilecehkan, polisi bungkam


Senin, 27 Mei 2013


Polisi yang telah menurunkan tim khusus dari Bid Bropam masih enggan membeberkan perkembangan penyelidikan kasus Briptu Rani Indah Yuni Nugraeni. Rani menghilang setelah dihukum 21 hari karena desersi.

Informasi perkembangan kasus penetapan status DPO terhadap Briptu Rani terus bergulir, mulai dari isu foto-foto panas yang beredar di internet, hingga kasus pelecehan seksual.

Terbaru, keluarga polwan kelahiran Bogor, 18 Juni 1988 silam itu, telah membeberkan penyebab kaburnya Briptu Rani selama tiga bulan pasca putusan sidang kode etik yang digelar di Polres Mojokerto Januari lalu itu.

Ibunda Briptu Rani, Raya Situmeang mengungkap, anaknya telah diperlakukan tidak senonoh oleh Kapolres Mojokerto. Termasuk ketidaksenangan AKP L kepada Briptu Rani.

Raya menuding Kapolres Mojokerto AKBP Eko Puji Nugroho telah memerintahkan anaknya untuk melayani tamu-tamunya karaoke dan menyita handphone milik anaknya.

Tak berhenti di situ, Raya juga mengungkap, kapolres juga pernah meraba tubuh anaknya saat pengukuran seragam, yang mestinya dilakukan oleh seorang tukang jahit.

Namun, terkait tudingan yang mengarah ke Kapolres Mojokerto ini, tak satu pun ada konfirmasi dari pihak kepolisian di Jawa Timur terkait kebenaran cerita istri Kapolsek Cibeuyeng Kaler, Kota Bandung, Kompol Maedi itu.

Kasubdit Penmas Bid Humas Polda Jawa Timur, AKBP Suhartoyo memilih bungkam, meski hanya menceritakan perkembangan penyelidikan tim dari Bid Propam Polda Jawa Timur ke Polres Mojokerto yang dilakukan pada Rabu lalu.

"Tak ada statemen apa-apa soal Rani. Silakan menulis apa saja soal Rani. Saat ini tak ada komentar apa-pun soal itu," kata dia singkat.

Kapolres Mojokerto AKBP Eko Puji Nugroho saat menghadiri acara launching program COP yang digelar Polrestabes Surabaya di Empire Palace, pada Kamis lalu, juga bungkam. "Kita ke kantor (Polres Mojokerto) sajalah," katanya singkat kepada wartawan di Surabaya.


Pengakuan mengejutkan ibunda Briptu Rani


Minggu, 26 Mei 2013


Briptu Rani Indah Yuni Nugraeni, polwan cantik yang berdinas di Polres Mojokerto, sudah tiga bulan menghilang dan tidak berdinas di tempatnya bekerja. Rani kabur lantaran tidak nyaman dengan situasi tempatnya bekerja. Rani pun dimasukkan dalam Daftar Pencarian Orang (DPO).

Kaburnya Rani membuat isu miring menerpanya. Rani bahkan digosipkan sebagai wanita nakal. Benarkah?

Semua gosip dan isu seputar Rani dibantah oleh sang Ibu, Raya Situmeang. Raya pun blak-blakan mengenai alasannya putrinya akhir kabur dari tempatnya bertugas di Polres Mojokerto.

Berikut pengakuan mengejutkan Ibunda Rani seputar kasus yang menimpa putrinya itu :


1.       Rani dipaksa menemani karaoke teman Kapolres


Raya Situmeang menyebut anaknya tidak betah ditempatkan di Polres Mojokerto. Hal ini karena Rani selalu dieksploitasi oleh atasannya, Kapolres Mojokerto. Bahkan Rani kerap diminta menemani karaoke teman-teman Kapolres.

"Anak saya pulang sampai larut malam, padahal besok paginya harus sudah berdinas lagi, satu sisi anak saya ingin menolak dan melawan, tapi itu adalah atasannya," terang Raya yang tak kuasa menahan sedihnya.

Kapolres Mojokerto pun menurutnya suka mengancam bahkan menyita ponsel-nya untuk dijadikan jaminan, bahwa Briptu Rani benar-benar mau menemani teman-temannya.

"Temennya (Kapolres) banyak, Rani disuruh menemani karaoke," imbuh Raya yang sesekali tampak berkaca-kaca.


2. Rani dilecehkan Kapolres


Ibunda Briptu Rani, Raya Situmeang membeberkan alasan putrinya kabur dari tugas tiga bulan terakhir di Polres Mojokerto. Bercerita dengan sesekali matanya tampak berkaca-kaca, Raya Situmeang mengungkapkan perlakuan buruk atasan putrinya selama bertugas.

Menurut Raya, Briptu Rani sering diminta menemani karaoke rekan Kapolres. Kekesalan gadis 25 tahun itu memuncak tepatnya tiga bulan. Rani yang geram dengan ulah atasannya memutuskan untuk tidak kembali ke kesatuannya itu.

"Benar Rani saat itu kabur ke Bandung, karena memang sudah kesal," jelasnya.

Ulah nakal oknum Kapolres Mojokerto tak cuma sampai di situ. Rani yang merupakan ajudannya pernah diperlakukan tidak senonoh. Kata Raya, Saat mengukur baju dinas, Kapolres tiba-tiba ingin mengukur dan menempelkan tangan ke badannya.

"Di situ dia juga sempat memegang bagian tubuh Rani," jelasnya.


3.       Rani berada di Jakarta dan depresi


25 April lalu pihak kepolisian menetapkan status DPO alias buron kepada polwan cantik, Briptu Rani Indah Yuni Nugraeni. Ibunda Rani, Raya Situmeang, berang dengan status tersebut.

Dia menegaskan bahwa putrinya itu bukan penjahat hingga harus dinyatakan buron. "Saya jamin anak saya ada, dan sekarang berada di Jakarta bersama om nya," kata Ibu Rani, Raya Situmeang, kepada merdeka.com di kediamannya di bilangan Pasanggrahan, Ujung Berung, Bandung, Sabtu (25/5).

Menurutnya, sejak kabur dari Polres Mojokerto Januari lalu tempatnya berdinas, Rani kerap depresi. Perempuan 25 tahun itu sulit untuk bersosialisasi.

"Saya sering kontak-kontakan, menanyakan sudah minum obat belum, gimana perkembangannya," kisah Raya.

Dia meminta polisi mencabut status DPO terhadap putri sulungnya itu. Kalau pun ada yang ingin menemui, ia siap menerimanya.


4.       Ibunda sebut foto hot yang beredar bukan Rani

Ibunda Briptu Rani tidak tahu menahu soal foto hot yang beredar di dunia maya. Namun dia memastikan bahwa foto seorang perempuan yang mengenakan pakaian dalam itu bukan murni perbuatan putrinya.

"Yang saya tahu anak saya tidak mungkin melakukan perbuatan itu. Bohongan itu," kata Ibunda Rani, Raya Boru Situmeang, kepada merdeka.com, di kediamannya, di bilangan Pasanggrahan, Ujung Berung, Bandung, Sabtu (25/5).

Foto itu memang telah beredar luas di BlackBerry Messanger. Foto-foto itu juga menyebar melalui jejaring sosial. Tampak seorang perempuan berfoto setengah badan, memang mirip anggota Polres Mojokerto itu. Perempuan berkulit putih itu menebar senyum. Diduga foto diambil seorang diri.

"Saya ga tahu lah, saya ga mau bicara banyak, tapi itu bisa saja perbuatan orang jahil," paparnya.

Sumber :  merdeka.com


Senin, Mei 27, 2013 | 0 komentar
Diberdayakan oleh Blogger.

Kutipan

Setiap bentuk egoisme di kehidupan masyarakat akan menimbulkan konflik yang mendatangkan korban harta dan jiwa.

Oleh karena itu egoisme itulah yang harus ditolak -- egoisme agama, egoisme bangsa, egoisme etnis, egoisme suku, egoisme kekuasaan, egoisme harta.

Pidato Kebangsaan Peringatan Pidato Bung Karno 1 Juni 1945 yang melahirkan Pancasila, 1 Juni 2012, Gedung Nusantara IV, MPR/DPR, Jakarta.

Sumber dari : wapresri.go.id.

Nasional

Lanjutkan Membaca »

Politik

Lanjutkan Membaca »

Ragam

Lanjutkan Membaca »

Ekonomi Dan Bisnis

Lanjutkan Membaca »

Teknologi

Lanjutkan Membaca »

Opini

Lanjutkan Membaca »

Olahraga

Lanjutkan Membaca »

Salam redaksi

Assalam mualaikum wr.wb.....
Salam sejahtera.....

Dengan mengucapkan puji dan syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa dalam limpahan Rahmat dan HidayahNYA kita semua masih diberikan kesehatan hingga kami mampu menerbitkan Surat Kabar Online, www. amanahanaknegeri.com, sebagai suatu upaya pendekatan pembaca setia dalam rangka mencerdaskan kehidupan anak-anak negeri.

Sidang pembaca yang budiman,
Kelanjutan melahirkan surat kabar online, www.amanahanaknegeri.com adalah sebagai upaya dan usaha penyampai informasi yang tepat, akurat dan benar sebagaimana diamanatkan dalam Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers ditengah masyarakat.

Informasi itu akan kami kemas dengan beragam cerita dan peristiwa yang terjadi di wilayah indonesia, khususnya didaerah kabupaten Bengkalis. Semua itu sebagai sumbangsih kami sebagai anak negeri yang tampil dihadapan pembaca dengan melihat kondisi didaerah kabupaten Bengkalis.

Sidang pembaca yang budiman,
Banyak hal-hal yang berhubungan dengan informasi terasa amat timpang, Sepihak dan memihak. Tindakan tersebut dapat membawa implikasi sosial pada masyarakat, Apabila informasi itu dibangun berdasarkan rekayasa baik secara sendiri-sendiri maupun secara kolektif.

Akan tetapi mengajak secara kolektif jajaran tertentu atau golongan masyarakat tertentu untuk menghadapi objek yang sama jelas itu merupakan gerakan politik, itulah yang membuat kami bersemangat untuk tampil dihadapan pembaca dengan segala macam kekurangan sehingga kita dapat secara terus menerus bersama berbagi informasi.

Semoga kita semua senantiasa mendapat limpahan Rahmat dan Hidayah dari Yang Maha Kuasa, Selamat membaca.(Red).

Kreasi Anak Negeri

Lanjutkan Membaca »

Sosial Dan Budaya

Lanjutkan Membaca »

Mancanegara

Lanjutkan Membaca »

Pendidikan

Lanjutkan Membaca »